Tiga Mayat Sekeluarga Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Malang

Selasa, 12 Desember 2023 – 14:27 WIB

Malang – Gempar 3 anggota keluarga di Dusun Boro Bugis, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang Jawa Timur, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di rumah kontrakannya atau kos pada Selasa, 12 Desember 2023.

Baca Juga :

Viral Video Penemuan Mayat, Polisi Datangi Kampus UNPRI Medan

Ayah, ibu dan anak sulung ini ditemukan meninggal dunia dengan kondisi berlumuran darah. Identitas korban adalah Wahab (38 tahun) kepala keluarga yang diketahui bekerja sebagai guru Sekolah Dasar (SD) di daerah Sukun, Kota Malang.

Korban kedua adalah Sulikha (35 tahun), ibu rumah tangga. Korban ketiga adalah Athaya Khansa Efendi (13 tahun) anak bungsu dari pasangan suami istri tersebut. 

Baca Juga :

Terkuak, Motif Panca Tega Bunuh 4 Anaknya ternyata Sepele

Ketua RT 03 RW 10 Dusun Boro Bugis, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Iswahyudi, mengatakan bahwa korban Wahab sempat terlihat seperti bingung. Itu dia dapatkan dari keterangan warganya, sebelum ketiga mayat itu ditemukan.

Iswahyudi menuturkan, bahwa setelah mendapati kabar korban berlumuran darah, warga langsung membawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nahas nyawa ketiga orang ini tidak tertolong. 

Baca Juga :

Kesaksian Warga Sebelum Guru SD Sekeluarga Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya

“Kalau waktu itu suaminya masih kayak kelimpungan gitu loh. Jadi belum meninggal. Kalau yang dua itu saya nggak tahu meninggalnya setelah itu dibawa ke rumah sakit supaya nyawanya ke tolong. Nah setelah dibawa ke rumah sakit sekitar 30 menit itu tahu kalau sudah meninggal jadi yang meninggal itu 3 orang dari 4 orang meninggal 3, tinggal satu sekarang,” kata Iswahyudi. 

Baca Juga  Ratusan Rumah di Bekasi Terendam Banjir, Mayoritas Ditinggal Mudik Lebaran

Iswahyudi menuturkan, bahwa selama ini keluarga Wahab sudah menetap 7 tahun di rumahnya. Ini adalah rumah kontrakan. Wahab diketahui tinggal bersama Sulikha dan 2 anaknya. Si bungsu berinisial R (13 tahun) dan si sulung berinisial K. Dari 4 sekeluarga kini tinggal K yang masih hidup. 

“Bukan orang asli sini ngontrak 7 tahun di sini. Mulai anaknya masih kecil belum sekolah sampai SMP. Anaknya (K) sempat bilang minta tolong minta tolong gitu ke warga,” ujar Iswahyudi. 

Sementara itu, saat ini Tim Inafis dari Satuan Reserse Kriminal Polres Malang masih melakukan penyidikan dan olah tempat kejadian perkara. Polisi juga sudah memasang garis polisi di area TKP. 

Halaman Selanjutnya

“Bukan orang asli sini ngontrak 7 tahun di sini. Mulai anaknya masih kecil belum sekolah sampai SMP. Anaknya (K) sempat bilang minta tolong minta tolong gitu ke warga,” ujar Iswahyudi. 



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *