Tanpa Ujian dan Musibah Takkan Mungkin Jiwa Itu Tangguh

Rabu, 31 Januari 2024 – 08:10 WIB

JAKARTA – Terkadang manusia yang ditempa oleh berbagai ujian dalam hidup seringkali mengeluhkannya. Merasa menjadi diri yang paling menderita. Merasa cobaan yang diberikan sangat berat hingga tak jarang merasa putus asa.

Baca Juga :

Geger Seorang Pria Cosplay Jadi Pacarnya untuk Lakukan Hal Nyeleneh Ini

Terkait hal ini, penggagas jurus sehat Rasulullah (JSR) dan juga pendakwah dr. Zaidul Akbar memberikan pemahaman bahwa tak selamanya ujian dan cobaan yang diberikan oleh Tuhan YME adalah hal yang buruk. Ia bahkan memberikan motivasi bahwa ujian terkadang perlu diberikan untuk membuat manusia menjadi lebih tangguh, kokoh dan kuat.

Lewat akun Instagram miliknya dia memposting tulisan “Jiwa yang tertempa.”

Baca Juga :

Cuaca Dingin Bikin Cepat Lapar, dr. Zaidul Akbar Berikan Tips Kenyang Tahan Lama

Tak cuma itu, dalam captionnya Zaidul menjelaskan bahwa “Tanpa ujian takkan mungkin jiwa itu tangguh, Tanpa musibah takkan mungkin jiwa itu kokoh, Tanpa perjuangan takkan mungkin jiwa itu ditempa.Tanpa masalah akan sulit jiwa itu tangguh,” tulisnya.

Baca Juga :

Mengukur Kemampuan Bahasa Inggris Kini Semakin Mudah

Tak hanya itu, Zaidul juga mengatakan, menangis juga diperlukan sebagai penyadaran diri bahwa manusia adalah makhluk yang lemah di hadapan Tuhan.

“Tanpa air mata yang mengalir karena merasa diri lemah dihadapan Allah maka sulit jiwa itu kuat. Tanpa memaknai setiap peristiwa yang adalah cara Allah menempa jiwa maka jiwa itu akan seperti itu saja tanpa perbaikan,” tulisnya lagi.

Zaidul juga menekankan dalam captionnya agar selalu berbaik sangka pada Tuhan dan selalu menjadi hamba yang bersyukur. Memiliki kehidupan yang tak nyaman bukan berarti buruk, hal ini katanya justru bisa jadi pembelajaran untuk selalu melakukan perbaikan.  

Baca Juga  Cara daftar kuliah di Cilegon terbaru

“Tanpa berbaik sangka kepadaNya maka jiwa itu hanya akan jd jiwa yang hanya pandai mengeluh dan tak pandai bersyukur

Tanpa ketaknyamanan dalam kehidupan maka jiwa itu hanya akan jadi jiwa biasa yang menjalani rutinitas hidup tanpa ada perbaikan….”

Zaidul juga menuliskan, bisa jadi airmata yang tumpah karena ujian itu menjadi airmata syukur karena darisitulah jiwa itu tertempa. Bisa jadi juga, ujian dan masalah itu menjadi sesuatu yang jika dinaik level kan menjadi episode yang disyukuri daripada di keluhkan karena takkan jua jiwa itu akan tertempa tanpa kedua hal itu.

“Alhamdulilah.. segala puji hanya milik Allah … pemilik segala kehendak dan kebaikan,” tulis Zaidul Akbar.

Halaman Selanjutnya

Zaidul juga menekankan dalam captionnya agar selalu berbaik sangka pada Tuhan dan selalu menjadi hamba yang bersyukur. Memiliki kehidupan yang tak nyaman bukan berarti buruk, hal ini katanya justru bisa jadi pembelajaran untuk selalu melakukan perbaikan.  



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *