Pemudik Bandel Tak Punya Tiket Nekat Datang

Senin, 8 April 2024 – 16:03 WIB

Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkap penyebab macet panjang menuju Pelabuhan Merak, Banten. Salah satu penyebabnya kata Budi karena masyarakat yang tidak taat.

Baca Juga :

Sore Ini, Menhub dan Kapolri Bakal Cek Lokasi Kecelakaan Maut KM 58 Tol Cikampek

Budi menyebut, banyak masyarakat yang nekat datang ke Pelabuhan Merak meskipun belum mengantongi tiket kapal.

“Seperti dikatakan presiden, terdapat jumlah yang melebihi dan mohon maaf ketidaktaatan masyarakat pengguna. Kalau di Kereta Api kan mereka punya tiket, dia datang dua jam nunggunya,” kata Budi kepada wartawan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin, 8 April 2024.

Baca Juga :

Menhub Sebut Kecelakaan Km 58 Tol Cikampek Akibat Pengemudi Tak Taat Aturan

Kapolri, Panglima TNI, Menko PMK dan Menhub meninjau posko mudik

“Kalau ini (di pelabuhan) ada yang belum beli tiket bahkan jalannya besok pagi, dia datang. Maka terjadilah antrean sebanyak lebih dari 10 meter,” sambungnya. 

Baca Juga :

Tol Japek II Selatan Bisa Dilintasi Buntut Kecelakaan Maut di KM 58 Tol Cikampek

Budi menyebut pihaknya bersama dengan Menko PMK dan TNI-Polri telah bertindak efektif untuk mengurai antrian panjang menuju Pelabuhan Merak. 

Lebih lanjut, Budi menyatakan diperlukan kapal tambahan dan dermaga untuk mengurai kepadatan di Pelabuhan Merak. Hal ini kata Budi sudah disampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

 “Kami sudah bahas dan saya tadi lapor presiden, presiden tambahin dan kapal ditambah. Kalau kapal katakanlah dengan 15 knot pasti kurang maksimal, atau dengan 500 kurang. Jadi mesti kapal besar di atas 1.000 dan mesti di atas 15 knot atau bahkan 20 knot jadi kecepatan itu bisa dilaksanakan,” tutur dia. 

Seperti diketahui, macet horor terus terjadi menuju Pelabuhan Merak. Pada Sabtu, 6 April 2024, kemacetan mengular hingga ke dalam Tol Tangerang Merak, tepatnya di KM 92-600, atau di Kaligandu, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Banten.

Kemacetan itu berjarak sekitar 6 kilometer sebelum Gerbang Tol (GT) Merak. Kemudian, dari GT Merak ke Pelabuhan Merak, sekitar 5 km lagi.

Total, kemacetan mencapai sekitar 11 kilometer di luar Pelabuhan Merak. Jalan Cikuasa Atas sendiri telah dijadikan kantung parkir atau buffer zone. 

Di sisi lain, pemudik mengeluhkan tiket penyeberangan yang habis. Mereka pun bingung harus ke mana, karena sudah tanggung berada di perjalanan.

“Belum beli (tiket). Saya baru tahu tadi informasinya kalau tiket habis dari tanggal 06 sampai tanggal 08 April 2024,” ujar Jarwo, pemudik asal Bekasi, ditemui di KM 92 Tol Tangerang-Merak.

Karena sudah terlanjur di perjalanan dan dekat dengan pelabuhan, dia bersama istri dan anaknya yang masih kecil, akan menginap di sekitar Pelabuhan Merak.

“Engga tahu, paling nunggu di sekitar pelabuhan kita,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya

 “Kami sudah bahas dan saya tadi lapor presiden, presiden tambahin dan kapal ditambah. Kalau kapal katakanlah dengan 15 knot pasti kurang maksimal, atau dengan 500 kurang. Jadi mesti kapal besar di atas 1.000 dan mesti di atas 15 knot atau bahkan 20 knot jadi kecepatan itu bisa dilaksanakan,” tutur dia. 

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *