Paparkan Visi Politik Luar Negeri RI, Prabowo Sebut Rusia, India, dan Negara-negara Islam

Senin, 13 November 2023 – 18:14 WIB

Jakarta – Calon presiden dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto akan menjalin hubungan baik dengan semua negara jika dia terpilih sebagai presiden pada Pemilu Presiden 2024. Indonesia tidak akan tergabung dalam blok mana pun.

Baca Juga :

Gibran Respons Megawati soal Kecurangan Pemilu: Kalau Ada Dilaporkan Saja

Awalnya, Prabowo mengatakan Indonesia tidak bisa melupakan bantuan negara Rusia dalam proses pembangunan. Indonesia juga tetap harus menjalani hubungan baik dengan India.

“Kita juga tidak bisa melupakan Rusia; Rusia juga membantu Indonesia di masa-masa sulit. Jika anda melihat Jakarta sekarang, jika anda melihat keterlibatan kami, banyak pekerjaan umum besar yang dibangun Rusia dan negara-negara blok timur,” kata Prabowo dalam forum diskusi tentang arah dan strategi politik luar negeri Indonesia di Gedung CSIS, Jakarta, Senin, 13 November 2023.

Baca Juga :

Di Tengah Ingar-Bingar Pemilu, Perajin Tahu di Jombang Menjerit Harga Kedelai Impor Naik

“Jadi, ini jika anda bertanya kepada saya, apakah kita harus menghormati kekuatan besar ini: kita juga harus menghormati dan menjalin hubungan baik dengan India, dengan negara-negara Islam, tentunya,” ujarnya.

Baca Juga :

KPU Fasilitasi Puluhan Personel Polisi Pengawal untuk Setiap Capres dan Cawapres

Prabowo mengungkap filosofi hidupnya yang menganggap satu musuh terlalu banyak tetapi seribu teman terlalu sedikit. Filosofi itu juga dipegang Prabowo untuk urusan politik dalam negeri.

“Jadi, pada dasarnya, Indonesia, filosofi saya adalah seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Ini lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. Tapi saya yakin bahkan sekarang ini adalah filosofi saya dalam politik dalam negeri,” katanya.

Mantan komandan jenderal Kopassus itu menyebut Indonesia tak seharusnya hanya memberikan dukungan kepada pihak atau negara tertentu. Indonesia harus berteman dengan siapapun, termasuk jika ada negara lain yang membutuhkan bantuan, Indonesia harus mengulurkan tangan.

“Kita bisa menjadi semacam jembatan … ketika kita membutuhkannya. Mereka membantu kami, mungkin sekarang kami harus membalasnya, kita harus membantu mereka. Jadi, saya pikir ini adalah posisi saya mengenai hubungan dengan negara-negara besar,” kata Prabowo.

Halaman Selanjutnya

“Jadi, pada dasarnya, Indonesia, filosofi saya adalah seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Ini lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. Tapi saya yakin bahkan sekarang ini adalah filosofi saya dalam politik dalam negeri,” katanya.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *