Kisah Mualaf Dokter Tirta hingga Willy Amrul Adik Kandung Buya Hamka Jadi Pendeta

Jumat, 5 April 2024 – 04:04 WIB

Jakarta – Berita mengenai Kisah Mualaf Dokter Tirta, Berawal dari Sang Ayah yang Dihina dan Diremehkan tengah di sorot oleh para pembaca sehingga berhasil berada di posisi terpopuler pertama pada kanal Trending viva.co.id.

Baca Juga :

Bobon Santoso Tantang BEM UI Terima Permintaan Anggota TNI Untuk KKN di Desa KKB

Terpopuler kedua terdapat berita Sosok Willy Amrull, Adik Kandung Buya Hamka yang Pindah Agama dan Jadi Pendeta

selanjutnya terpopuler ketiga terdapat berita Selain Jaya Baya, Ini 7 Tipe Pemimpin Indonesia Menurut Ramalan Ranggawarsita juga sedang ramai di sorot para pembaca.

Baca Juga :

Pentolan KKB Abubakar Kogoya dan Demianus Magay Tewas Ditembak TNI-Polri di Mimika

Untuk berita lebih lengkapnya, berikut ini 5 berita terpopuler di kanal Trending Viva pada Kamis, 4 April 2024.

1. Kisah Mualaf Dokter Tirta, Berawal dari Sang Ayah yang Dihina dan Diremehkan

Baca Juga :

Kronologi Baku Tembak TNI vs KKB di Mimika yang Tewaskan Pentolan KKB Abubakar Kogoya

Dokter Tirta akhirnya memutuskan mualaf pada 2021 lalu, usai melewati proses panjang mengenal agama Islam lebih dalam. Laki-laki 32 tahun itu awalnya terlahir dari pasangan orangtua yang berbeda agama.

Sang ayah yang merupakan keturunan Jawa memeluk agama Islam. Sementara ibunya yang berasal dari keturunan tionghoa merupakan non-Muslim.

Melalui YouTube Konklusion, Tirta memulai kisahnya dengan menceritakan masa kecil yang cukup sulit akibat keterbatasan ekonomi. Beranjak dewasa, Tirta berupaya bangkit usai memahami kondisi kedua orangtuanya. Lanjutkan untuk membaca.

2. Sosok Willy Amrull, Adik Kandung Buya Hamka yang Pindah Agama dan Jadi Pendeta

Abdul Wadud Karim Amrullah alias Willy Amrul adik Buya Hamka

Abdul Wadud Karim Amrullah alias Willy Amrul adik Buya Hamka

Buya Hamka merupakan salah seorang ulama dan sastrawan paling berpengaruh di Indonesia. Pemilik nama asli Haji Abdul Malik Karim Amrullah itu diketahui lahir pada 17 Februari 1908 di Sungai Batang, Tanjung Raya, Agam, Sumatera Barat.

Baca Juga  Ada Pemadaman Lampu 60 Menit di Jakarta Malam Ini, Simak Daftar Lokasinya

Karya-karya Buya Hamka sangat menginspirasi banyak orang misalnya Di Bawah Lindungan Ka’Bah, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Merantau ke Deli, dan lain-lain. Ia bahkan menjadi ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) pertama.

Baru-baru ini diketahui bahwa Buya Hamka rupanya memiliki seorang adik yang bernama Abdul Wadud Karim Amrullah. Namun, berbeda dengan Buya Hamka, sang adik memeluk agama Kristen dan menjadi seorang pendeta dengan nama Willy Amrull. Lanjutkan untuk membaca.

3.  Selain Jaya Baya, Ini 7 Tipe Pemimpin Indonesia Menurut Ramalan Ranggawarsita

Selain Jayabaya, terdapat tokoh yang cukup terkenal karena karya tulisnya serta ramalannya, yaitu Raden Ngabehi Ranggawarsita.

Ranggawarsita pernah meramalkan tujuh jenis kepemimpinan yang erat kaitannya dengan masa depan Nusantara. Ketika menulis kitab Zaman Edan yang terkenal, Ranggawarsita menyebutkan bahwa ada tujuh gaya kepemimpinan nasional yang akan melalui perjalanan sejarah kekuasaan di Indonesia.

Ranggawarsita lahir pada masa kejayaan Pakubuwono IV (Keraton Surakarta) dan merupakan cucu dari Yasadipura II.

Ia dilahirkan dengan nama Bagus Burhan pada tahun 1802 dan meninggal pada tahun 1873. Ranggawarsita dikenal sebagai seorang pujangga besar Kasunanan Surakarta. Berikut tujuh tipologi kepemimpinan Nusantara menurut pujangga Jawa Ranggawarsita. Lanjutkan untuk membaca.

Viral! BEM UI Ditantang KKN di Papua Usai Kritik TNI Melanggar HAM

Viral! BEM UI Ditantang KKN di Papua Usai Kritik TNI Melanggar HAM

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) kembali menjadi sorotan publik setelah mereka mengkritik keras tindakan TNI yang diduga melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua.

Kritikan tersebut disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa melalui akun Instagram mereka @bemui_official pada tanggal 26 Maret 2024.

Dalam unggahan tersebut, BEM UI menyerukan kepada TNI untuk menghentikan pelanggaran HAM dan mendesak pemerintah untuk menyelesaikan akar permasalahan di Papua.

Baca Juga  Seleksi Petugas Haji 1445 H/2024 M Dibuka, Ini Jadwal dan Syaratnya

BEM UI juga meminta agar aparat yang terbukti melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) diproses secara hukum. Lanjutkan untuk membaca.

5. Gerhana Matahari yang Terjadi 8 April Ternyata Masuk dalam Ramalan Jayabaya

Coronal mass ejection (CME) yang tertangkap saat Gerhana Matahari Hibrida.

Coronal mass ejection (CME) yang tertangkap saat Gerhana Matahari Hibrida.

Pada tanggal 8 April 2024, akan terjadi Gerhana Matahari Total (GMT), yang akan terjadi menjelang Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah.

Observatorium Bosscha, Institut Teknologi Bandung (ITB), menjelaskan mengenai Gerhana Matahari Total yang akan terjadi pada tanggal tersebut.

Dilansir dalam akun Instagram bosschaobservatory, Rabu, 3 April 2024, Gerhana Matahari terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus di ruang angkasa. Gerhana Matahari Total terjadi ketika Bulan sepenuhnya menutupi piringan Matahari dengan sempurna. Lanjutkan untuk membaca.

Halaman Selanjutnya

Sang ayah yang merupakan keturunan Jawa memeluk agama Islam. Sementara ibunya yang berasal dari keturunan tionghoa merupakan non-Muslim.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *