Jelang MotoGP Mandalika, Konflik Meletus di Lombok dan Tiga Polisi Dipanah

Jumat, 6 Oktober 2023 – 14:44 WIB

Mataram – MotoGP akan digelar di Sirkuit Mandalika sepekan lagi, namun konflik justru pecah di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat. Konflik terjadi antara Lingkungan Monjok Culik dan Taliwang sejak Kamis malam hingga Jumat pagi, 6 Oktober 2023.

Baca Juga :

Polisi yang Terlibat Perampasan Mobil Gadai di Blitar Diperiksa Propam Polres Jombang

Massa perbatasan kampung ini saling serang menggunakan anak panah. Akibatnya, sebanyak tiga polisi terluka terkena panah dan harus dilarikan ke rumah sakit di Mataram.

Konflik bermula dari seorang warga Taliwang yang terkena sabetan benda tajam oleh oknum pengendara. Korban dilarikan ke puskesmas dan mendapatkan lima jahitan. Sementara pelaku lari ke arah barat yang oleh warga Taliwang dianggap pelaku berasal dari Monjok Culik.

Baca Juga :

Polisi Ungkap Sosok Penyebar Video Syur Rebecca Klopper, Siapa Dia?

Itu diperparah dari ketegangan kedua kampung ini dari tahun ke tahun. Rentetan konflik sering terjadi antara warga di Monjok Culik dan Taliwang.

Dua warga yang dianggap provokator telah ditangkap polisi. Polisi juga membubarkan massa yang saling serang.

Baca Juga :

Otto Hasibuan Ungkap Kasus Jessica Banyak Kejanggalan, Tidak Ada Sianida hingga CCTV Asli Hilang

Tulisan Lombok di Bandara Lombok

Danramil 1606-05/Mataram, Kapten Inf. Jamuhur mengatakan kondisi lokasi saat ini sudah lebih landai daripada pagi tadi. “Untuk sementara saat ini kondisi sudah landai, sudah tidak lagi seperti tadi pagi yang ribut. Warga kembali ke rumah masing-masing,” katanya.

Dia juga mengatakan telah mengimbau masyarakat saat menggelar Salat Jumat di Masjid Al-Fallah Monjok untuk tidak mudah terprovokasi dan meminta agar orang tua mengingatkan anak mereka untuk tidak terlibat dalam keributan.

Baca Juga  Nama Besar Juventus Bikin Remaja 17 Tahun Mendua, Bologna Kena Prank

“Alhamdulillah sudah kondusif. Tadi juga saya sudah memberikan imbauan di masjid agar masyarakat jangan mudah terprovokasi. Orang tua juga kita ingatkan memberitahu anak mereka agar jangan terprovokasi,” ujarnya.

Sementara tiga polisi yang terluka terkena panah di bagian punggung dan betis. “Ketiga korban terkena panah di bagian punggung dan betis,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram, Kompol I Made Yogi Purusa Utama.

Untuk dua warga yang diamankan berinisial AK (30) dan seorang pelajar berinisial RA (16). Polisi menemukan barang bukti anak panah.

Baca artikel Trending menarik lainnya di tautan ini.

Halaman Selanjutnya

Dia juga mengatakan telah mengimbau masyarakat saat menggelar Salat Jumat di Masjid Al-Fallah Monjok untuk tidak mudah terprovokasi dan meminta agar orang tua mengingatkan anak mereka untuk tidak terlibat dalam keributan.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *