Bahlil Bocorkan Isi Pembicaraan Jokowi dan Tony Blair: Energi Baru hingga IKN

Kamis, 18 April 2024 – 14:25 WIB

Jakarta – Presiden Joko Widodo dan mantan Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair melakukan pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 18 April 2024. 

Baca Juga :

Menko Luhut Siap Beri Insentif ke Apple Agar Mau Berinvestasi di RI

Dalam pertemuan sekitar dua jam itu, dikatakan keduanya membahas investasi energi baru dan terbarukan. 

Tony Blair terlihat hadir di Istana sekitar pukul 10.00 WIB, dan baru keluar istana sekitar pukul 11.30 WIB.

Baca Juga :

Respons Keraguan Pentolan Projo, Gibran Optimis Peluang Jokowi-Megawati Bertemu

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia

Photo :

  • VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

Tony tidak memberikan keterangan pers kepada awak media. Ia hanya melambaikan tangan dan tersenyum saat masuk maupun keluar istana.

Baca Juga :

Setelah Jokowi, Menlu China Wang Yi Temui Prabowo Subianto

Penjelasan mengenai pertemuan antara Presiden Jokowi dan Tony Blair diberikan oleh Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Informasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas, yang ikut mendampingi Jokowi. 

Menteri Bahlil mengatakan, pembicaraan antara Presiden Jokowi dengan Tony Blair membahas dua hal.

“Pertama terkait investasi energi baru dan terbarukan (EBT), carbon storage dan beberapa alur logistik yang baik, khususnya di Ibu Kota Nusantara (IKN). Akan ada rencana pembangunan (dari) Uni Emirat Arab berupa solar panel di sana, detailnya kami lagi susun. Kami sepakati bentuk tim kecil untuk lakukan langkah-langkah agar lebih mengerucut dan penyelesaian cepat,” ujar Bahlil. 

Selain itu, kata Bahlil, Presiden dan Tony Blair membahas terkait carbon storage yang diputuskan dengan persentasi skema 70-30.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

Maksudnya, 70 persen ada di dalam negeri dan 30 persen diserahkan di luar negeri.

Baca Juga  Kendaraan Pemudik Bercampur dengan Truk Padati Pelabuhan Merak

“Ini diformulasikan agar supaya menjadi sumber pendapatan negara baru, dan kita bisa kelola untuk berikan insentif bagi industri yang masuk ke Indonesia,” kata Bahlil.

Diketahui, Tony Blair merupakan PM Inggris yang menjabat pada 1997 hingga 2007. Dia juga menjadi salah satu yang diajak kerja sama oleh pemerintah Indonesia dalam mengembangkan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Halaman Selanjutnya

“Pertama terkait investasi energi baru dan terbarukan (EBT), carbon storage dan beberapa alur logistik yang baik, khususnya di Ibu Kota Nusantara (IKN). Akan ada rencana pembangunan (dari) Uni Emirat Arab berupa solar panel di sana, detailnya kami lagi susun. Kami sepakati bentuk tim kecil untuk lakukan langkah-langkah agar lebih mengerucut dan penyelesaian cepat,” ujar Bahlil. 

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *