Analisa Laksamana Perang Amerika, Konflik Rusia-Ukraina Berakhir Bak Perang Korea

Senin, 29 Januari 2024 – 17:20 WIB

VIVA – Mantan Komandan Komando Amerika Serikat untuk Eropa (EUCOM), Laksamana (Purn.) James Stavridis, menganalisa kemungkinan berakhirnya Perang Rusia-Ukraina pada akhir 2024. Kedua negara dinilai sudah kelelahan, dan akan sangat terbuka untuk melakukan negosiasi.

Baca Juga :

Airlangga Ungkap Inflasi RI Lebih Rendah dari Rusia hingga AS

Stavridis tak menyangkal jika militer Rusia yang punya kekuatan besar masih memiliki kendali penuh di front timur Ukraina, termasuk Krimea yang berada di wilayah selatan.

Meski demikian, tentara Rusia yang dikerahkan dalam invasi militer yang digelar sejak 24 Februari 2022 diyakini Stavridis sudah mencapai titik jenuh. 

Baca Juga :

Sweeping Jalur Perbatasan, Satgas Yonarhanud 8 Berhasil Dapat Air Haram Black Jack’s Asal Malaysia

Sebab selain melakukan serangan masif pada fase awal agresi, pasukan Rusia juga harus mempertahankan wilayah yang direbut seperti Donetsk, Kherson, Krimea, Luhansk dan Zaporizhzhia.

VIVA Militer: Laksamana James Stavridis (kanan)

Baca Juga :

Pasukan Tengkorak Kostrad TNI dan Polisi Beraksi, Ratusan Warga Serbu Rumah Makan Dukuh

Di sisi lain, tentara Ukraina terus mendapat tekanan dari komando atas untuk menduduki kembali wilayahnya yang dicaplok pasukan Rusia. Sementara, pasukan pimpinan Jenderal Valerii Zaluzhnyi harus menghadapi krisis persenjataan.

Persediaan amunisi dan senjata yang terus menipis, membuat militer Ukraina terpaksa berharap pada bantuan negara-negara Barat. Sayangnya, pengiriman paket senjata membutuhkan proses yang cukup panjang.

“Rusia dan Ukraina semakin kelelahan akibat perang ini,” ucap Stavridis dilansir VIVA Militer dari Business Insider.

Dari semua data dan fakta, Stavridis meyakini jika Perang Rusia-Ukraina bisa berujung seperti Perang Korea pada 1953 silam.

VIVA Militer: Pasukan Angkatan Bersenjata Ukraina (AFU)

VIVA Militer: Pasukan Angkatan Bersenjata Ukraina (AFU)

Setelah pertempuran selama tiga tahun, Korea akhirnya terpecah menjadi dua bagian dengan landasan ideologi yang berbeda.

Baca Juga  Viral Karyawan Minimarket Ini Diganggu ‘Makhluk Halus’ Saat Sedang Bekerja

Korea Utara (Korut) yang disokong Uni Soviet memilih berdaulat dengan paham komunis, sementara Korea Selatan (Korsel) lebih condong ke demokrasi liberal ala Amerika Serikat (AS).

Berakhirnya perang Ukraina bisa jadi mirip dengan Perang Korea, dimana sebagian wilayah Ukraina masih diduduki oleh pasukan Rusia, kata mantan komandan tertinggi sekutu NATO.

“Pada akhirnya, ini akan berakhir seperti Perang Korea. Yang berarti bahwa Rusia mungkin masih memiliki kendali atas sebagian Ukraina, dan jembatan darat ke Rusia, Krimea. Di sisi lain, saya melihat Ukraina bergabung dengan NATO,” kata Stavridis melanjutkan.

VIVA Militer: Pasukan Angkatan Bersenjata Federasi Rusia (VSRF)

VIVA Militer: Pasukan Angkatan Bersenjata Federasi Rusia (VSRF)

Stavridis juga mengatakan, proses negosiasi perdamaian Rusia dan Ukraina kemungkinan bisa dilakukan pasca Pemilihan Umum Amerika Serikat yang akan digelar pada 5 November 2024 mendatang.

“Ketika saya mempertimbangkan semuanya, John, saya pikir menjelang akhir tahun ini, mungkin setelah pemilu AS, kita punya waktu untuk melakukan negosiasi,” kata Stavridis.

Halaman Selanjutnya

“Rusia dan Ukraina semakin kelelahan akibat perang ini,” ucap Stavridis dilansir VIVA Militer dari Business Insider.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *